PUASA SEPANJANG ZAMAN

IQROZEN | Puasa Sepanjang Zaman. Kemuliaan Ramadhan telah terbukti sepanjang zaman hingga berakhirnya kehidupan di dunia ini. Berikut ini adalah postingan terkait riwayat hadis oleh beberapa ahli hadis yang mungkin dapat menjadi penguat iman dalam menjalani ibadah Ramadhan kali ini. Anda juga dapat mengetahui siapa saja yang boleh tidak berpuasa dengan membaca artikel tentang Golongan Orang Yang Boleh Meninggalkan Puasa Ramadhan pada postingan selanjutnya.

“Wahai Ramadhan, engkau datang untuk berkata kepada mata agar berpuasa dari melihat hal-hal yang haram, dan memerintahkannya untuk menangis di kegelapan malam.”Engkau juga berkata kepada lisan: “Wahai lisan, berpuasalah dari membicarakan orang lain, mengadu domba, kata-kata keji dan kotor, ucapan cabul dan senda gurau.” Engkau datang wahai Ramadhan untuk berkata kepada tangan: “Wahai tangan berpuasalah dari memukul, mencuri, suap-menyuap dan korupsi.”Engkau datang wahai Ramadhan untuk berkata kepada kaki: “Wahai kaki, berpuasalah dari berjalan menuju kepada yang haram, kemaksiatan, kesesatan dan pulang pergi dalam kemurkaan Allah.”Engkau datang untuk berkata kepada perut: “Wahai perut, berpuasalah dari memakan yang haram, karena badan yang diberi makanan haram, neraka lebih pantas baginya.” (Aidh Al-Qarni).

"Telah datang padamu bulan Ramadhan, penghulu segala bulan. Maka sambutlah kedatangannya. Telah datang bulan shiyam membawa segala keberkahan, maka alangkah mulianya tamu yang datang itu."
(HR. Ath Thabrani).

Jibril datang kepadaku dan berkata: “Wahai Muhammad, siapa yang menjumpai bulan Ramadhan, namun setelah bulan itu habis dan ia tidak mendapat ampunan, maka jika mati ia masuk neraka.” (HR Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban).

Apabila Ramadhan tiba, Rasulullah menyampaikan kabar gembira ini kepada para sahabatnya. Beliau bersabda: “Ya Allah perlihatkanlah hilal (bulan sabit) kepada kami dengan rasa aman dan iman; keselamatan dan Islam. Rabb-ku dan Rabb-mu (wahai hilal) adalah Allah.” (HR Tirmidzi)

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS Al-Baqarah : 183)

Aisyah r.a. berkata: “Tidak kelihatan oleh saya Rasulullah SAW melakukan puasa dalam waktu sebulan penuh kecuali bulan Ramadhan, dan tidak satu bulanpun yang hari-harinya lebih banyak dipuasakan Nabi daripada bulan Sya’ban.” (HR Bukhori - Muslim)

"Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengetahui rambu-rambunya dan memperhatikan apa yang semestinya diperhatikan, maka hal itu akan menjadi pelebur dosa-dosa yang pernah dilakukan sebelumnya" (HR. Ibnu Hibban)
Pemuda Hidayatullah